yamadaaaaa mangap

[Fanfic] Rekaman (Ninomiya Kazunari)

Title : Rekaman
Cast : Ninomiya Kazunari, girl (OC)
Genre : Angst
Rating : G
Summary : Semuanya tetap sama. Bahkan terlalu sama. Sebuah kesamaan yang menyesakkan.

A/N : Uweeee akhirnya nulis lagi setelah sekian lama ditelan tugas dan kegiatan kuliah. Yah, ini juga karena nasihat-nasihat yang dikasih sama adminnya Dohmain Jarkom malem-malem wkwkwk

[DRABBLE ALERT]
==================================================================================

Tap tap tap

Suara langkah sepasang kaki yang tak memakai alas apapun terdengar dengan jelas di apartemen yang penuh dengan atribut seorang gamer. Tangan pemuda kelahiran 17 Juni 1983 itu terulur dan menekan tombol lampu, membuat ruangan tempatnya berada seketika menjadi remang-remang. Ia membalikkan badan sementara pupil matanya mengarah pada cahaya kecil yang berasal dari dua lilin kecil berwarna kuning yang tertancap di kue ulang tahun mungil yang teramat cantik. Tiga puluh detik berlalu dan bayang hitam tampak semakin besar di sekitar api kecil yang tengah membara. Ia duduk, memandangi kue di hadapannya dengan manik matanya yang indah.

“OtanOme Nino~ OtanOme Nino~ OtanOme Hey my love~ OtanOme my Neen~”

Senyum mengembang di wajahnya. Senyum yang tak berubah dimakan usianya yang kian menua. Jemarinya bergerak menyisir rambut kecokelatannya sebelum kembali menatap lilin-lilin dihadapannya yang kian memendek.

“Araaa. Nino-kun makin tua waaaah. Tapi wajahnya gak berubah, tetep aja kaya dulu. Kebanyakan minum formalin ya pas kecil?”

Ninomiya sontak tertawa. Kepalanya sedikit menunduk ketika ia tertawa, menyembunyikan gigi putihnya yang berbaris menggemaskan di dalam rongga mulutnya. Dihirupnya oksigen banyak-banyak untuk mengisi ruang paru-parunya yang terasa kosong karena terlalu banyak tertawa. Kedua tangannya diletakkan di atas meja. Ada sedikit getaran di ujung-ujungnya.

“Makin tua he. Inget umur. Jangan dipelihara itu pelitnya. Kesehatannya juga dijaga, jangan cuma skor game aja yang dijaga mulu. Kaya yang papanya Sakurai-kun bakal ngasih selamat aja kalo skor game-mu di atas terus.”

Kembali, tawa renyah terdengar di ruangan temaram tersebut.

“Yah, pokoknya gitu lah. Bagaimanapun Ninomiya Kazunari, aku tetap mencintaimu. Aku tetap mencintaimu walau skormu untuk kepantasan dijadikan seorang suami kalah jauh dibawah skor Sakurai-kun. Hahaha, maaf, maaf. Aku saaaaayang Nino-kun. Selamat ulang tahun yang ke-31, my Neen!”

BIP

Bersamaan dengan selesainya rekaman di ponsel Ninomiya, ruangan menjadi gelap gulita setelah pemuda penyuka hamburger itu meniup mati lilin-lilin berwarna kuning di hadapannya. Ia menekan tombol power di sisi ponselnya, menampilkan screen lock foto dirinya dengan seorang gadis yang tengah tertawa, dan memberikan penerangan ala kadarnya pada ruangan yang bergabung dengan ruang makan. Kakinya beranjak dan melangkah menuju tombol lampu. Setelah menjadikan ruangan itu terang, ia kembali duduk di tempatnya semula.

“Umurku sekarang sudah 33 tahun, baka.” Manik mata pemuda maniak game itu terarah pada foto di dalam pigura yang ditegakkan di atas meja. Gadis itu tersenyum cerah seakan tak ada beban masalah ada pada dirinya. “Caramu menyanyi tetap saja jelek. Seharusnya kau terus berlatih dan merekamnya lagi, untuk ulang tahunku yang selanjutnya…. Kau seharusnya belajar menghitung, jangan cuma bisa menghitung sampai tiga puluh satu…”

Wajahnya mengeras. Saat berikutnya, angin malam yang dingin berhembus masuk ke dalam apartemen atas nama Ninomiya tersebut. Pemilik apartemen menoleh, mendapati jendela yang tak pernah dibukanya itu kini membiarkan angin berarak masuk. Ia bangkit dan beranjak. Tangannya baru saja akan menutup jendela itu ketika sudut matanya menangkap sebuah tulisan yang tercetak di atas debu-debu di kusen jendelanya yang entah kenapa tak pernah ia jamah. Ninomiya tersenyum lalu membatalkan niatnya menutup jendela. Dipandanginya langit yang tak begitu gelap gulita karena terangnya cahaya di kota Tokyo. Ia tersenyum pada entah apa atau siapa yang kini tengah memandangnya.

“Aku tahu. Aku juga mencintaimu.”

Tirai berwarna biru itu tersibak terkena angin malam yang cukup kencang, memberikan penerangan pada debu-debu di kusen jendela yang telah membentuk sebuah tulisan.


my Neen


====================================THE END=======================================

  • Current Location: Indonesia
  • Current Mood: blank blank
  • Current Music: Arashi - My Girl